Perubahan Dari Kepandaian Buatan

Perubahan Dari Kepandaian Buatan

Perubahan Dari Kepandaian Buatan – Istilah AI jadi trend di mana saja dan Istilah AI menjadi kunci bagus di dunia usaha dan industri.

Sementara untuk kalangan muda, AI kuat dihubungkan dengan beberapa film fiksi sains seperti Ex Machina, di mana dalam film itu ada sebuah robot berupa seperti manusia.

Perubahan dan Imbas Dari Kepandaian Buatan

Apa sesungguhnya AI itu dan bagaimanakah cara kerjanya? Bagaimana riwayat dan perubahannya selama ini?

Baca Juga: Blogspot Sebagai Blogging Basis

Apa AI dapat menggantikan dunia kita? Adakah norma/ketentuan khusus dalam peningkatan tehnologinya? Silahkan baca keterangan dan pembahasan secara lengkap!

Apakah itu Kepandaian Bikinan?

Kepandaian bikinan ialah kepandaian yang ditambah oleh manusia ke satu mekanisme tehnologi, ditata dan ditingkatkan dalam kerangka ilmiah, bentukan dari kepandaian substansi ilmiah yang ada.

Berikut ialah pengertian kepandaian bikinan menurut beberapa pakar:

  • John McCarthy, 1956

Kepandaian bikinan ialah usaha memodelkan proses memikir manusia dan mendesain mesin agar tirukan sikap manusia.

  • Herbert Simon, 1987

Kepandaian bikinan ialah tempat satu riset, program dan instrusksi yang berkaitan dengan pemrograman computer dalam lakukan satu hal yang berdasar pemikiran manusia ⎼ pintar.

  • Rich dan Knight, 1991

Kepandaian bikinan ialah satu study berkenaan bagaimana membuat computer sanggup lakukan beberapa hal yang di saat ini bisa dilaksanakan lebih bagus oleh manusia.

Catatan:

Jadi pokoknya pengertian AI terus ditingkatkan, tetapi point intinya ialah bagaimana manusia membuat tehnologi yang sanggup memikir seperti manusia tersebut. Apa contoh kepandaian bikinan? Baca selanjutnya!

Beberapa jenis Kepandaian Bikinan

AI tidak selalu berupa robot yang seperti manusia. Anda perlu ketahui apa tipe tehnologi yang termasuk AI. Pada intinya, ada 3 tipe, yakni:

  • Symbol-manipulating AI

AI yang ini bekerja dengan lambang abstrak. Symbol-manipulating AI terhitung tipe yang terbanyak uji cobanya.

Pokok uji cobanya ialah manusia direkonstruksi di tingkat yang hierarkis dan rasional. Infonya diolah di atas, lalu bekerjanya dengan lambang yang bisa dibaca manusia/sang pengembang, jaringannya abstrak dan hasil simpulannya rasional.

  • Neural AI

Tipe AI satu ini benar-benar terkenal di kelompok periset computer di akhir 80-an. Dengan Neural AI, pengetahuan tidak dicontohkan melalui lambang, tapi lebih ke neuron bikinan dan jaringannya ⎼ seperti otak yang direkonstruksi.

Pengetahuan yang terkumpul nanti dibagi jadi beberapa bagian kecil (disebutkan neuron) dan disambungkan dan dibuat jadi kelompok-kelompok.

Nach, pendekatan ini dikenali sebagai sistem bottom-up yang bekerja dari bawah. Tidak seperti Symbol-manipulating AI yang pertama penulis terangkan.

Maka mekanisme sarafnya harus dilatih dan distimulasi agar jaringan saraf dapat kumpulkan pengalaman dan tumbuh agar dapat kumpulkan pengetahuan yang semakin besar.

  • Neural Networks

Neural Networks ditata ke susunan yang tersambung keduanya melalui replikasi. Susunan teratas ialah susunan input, yang perannya seperti sensor. Sensor yang diartikan ialah yang menerima info yang akan mengolah dan meneruskannya ke mekanisme.

Ada minimal dua mekanisme — atau lebih dari dua puluh susunan dalam mekanisme besar — susunan yang tersusun secara hierarkis.

Lapisan-lapisan itu yang mengirimi dan mengelompokkan info melalui jaringan. Pada bagian paling bawah ialah susunan output, yang biasanya sich punyai jumlah neuron bikinan sedikitnya.

Apa Anda kesusahan pahaminya? Penulis akan memberi keterangan simpelnya:

Pada dasarnya langkah kerja AI berdasarkan pada dasar machine learning. Makna machine learning apa? Maknanya, satu mekanisme membuat pengetahuan pengalaman dari. Nach, proses itu yang membuat mekanisme punyai kekuatan buat mengetahui skema dan ketentuan, dengan cepat dan tepat.

Riwayat dan Perubahan

Ulasan riwayat AI tidak dapat dilepaskan dari figur John McCarthy. Dia disebut sebagai “Bapak AI”, meskipun uji coba berkaitan sudah ada semenjak computer dibuat.

McCarthy memperoleh gelar sarjana matematika dari California Institute of Technology (Caltech) pada September 1948. Dari periode kuliahnya itu dia mulai meningkatkan minatnya pada mesin yang bisa tirukan langkah memikir manusia. McCarthy selanjutnya meneruskan pengajaran ke program doktoral di Princeton University.

Sejak dari sekolah, dia memang dikenali mempunyai kecerdasan di atas rerata. Berdasar pembahasan dari The Guardian , dijumpai jika saat remaja McCarthy bahkan juga dapat kuasai pelajaran kalkulus tanpa tuntunan dari guru.

McCarthy selanjutnya membangun dua instansi riset kepandaian bikinan. Ke-2 instansi AI itu ialah Stanford Artificial Intelligence Laboratory dan MIT Artificial Inteligence Laboratory. McCarthy sebagai dosen di ke-2 kampus terkenal tingkat internasional itu.

Di lembaga-lembaga berikut banyak muncul pengembangan peningkatan AI yang mencakup sektor human kemampuan, vision, listening, reasoning dan movement of limbs. Bahkan juga Salah satunya instansi yang dibangun itu, Stanford Artificial Intelligence pernah mendapatkan kontribusi dana dari Pentagon untuk bikin tehnologi-teknologi luar angkasa.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Meskipun tidak ada periset Indonesia hasilkan penemuan kepandaian bikinan yang betul-betul dianggap di mata dunia, beberapa anak muda seperti Digital Nativ ini selalu bereksperimen dengan tehnologi, bahkan juga mengombinasikannya dengan elemen seni dan alam.

Dunia Diambil Pindah Perubahan Dari Kepandaian Buatan?

Pada bulan Juli tahun 2017 lalu, informasi tehnologi cukup digemparkan dengan berita jika Facebook menghentikan uji cobanya sesudah salah satunya staff mendapati dua buah program AI mereka sama-sama berbicara keduanya dalam bahasa ciptaan mereka sendiri yang tidak dipahami manusia.

Cuman ke-2 program itu yang sama-sama pahami pesan yang dikatakan ke keduanya.

Kengerian jika peningkatan AI kemungkinan sama dengan kepandaian manusia, bahkan juga melewati kepandaian manusia tersebut, jika ada implementasi negatif AI pada kemanusiaan di hari esok ⎼ sesungguhnya tidak cuman disuarakan orang pemula.

Periset yang dianggap di dunia seperti Stephen Hawking sempat memiliki pendapat sama. Maka problemtik dari AI ini tidak sekedar gagasan buatan dalam beberapa film fiksi sains seperti The Matrix.

Anda bisa melihat TED Talk dari neuroscientist terkenal Sam Harris, berikut:

Dari video itu, kita ketahui jika ada peluang kita sebagai manusia ⎼ pengembang AI terlepas kendalian dan AI jadi mengakibatkan kerusuhan. Sama seperti yang Sam berikan, ini hal yang cukup logis untuk terjadi.

Kenapa? Anda tentu saja telah baca keterangan penulis pada bagian Beberapa jenis Kepandaian Bikinan masalah langkah kerja AI.

Dari sana kita ketahui jika atom-atom dalam AI bisa berkembang terus-terusan sampai hasilkan satu pengetahuan yang betul-betul mendalam dan selanjutnya mampu jalankan satu tindakan yang dipandang AI perlu untuk dilaksanakan (berdasar pengetahuan yang digabungkan itu).

Walau begitu, periset pasti bisa mengaturnya dengan pemantauan super ketat. Nach, sebagai permasalahan ialah bagaimana periset batasi dirinya. Berikut kenapa satu kesepakatan berkaitan norma peningkatan AI perlu diperhitungkan secara serius.

Jurnal Perubahan Dari Kepandaian Buatan

Penulis merekomendasikan Anda untuk membaca ke-2 document PDF berikut, agar semakin pahami masalah norma peningkatan AI:

The Etchics of Artificial Intelligence ialah Draft untuk Cambridge Handbook of Artificial Intelligence yang dicatat oleh Nick Bostrom Eliezer Yudkowsky. Meskipun jurnal ini dibikin di tahun 2011, Anda dapat memperoleh pemikiran krisis (dengan bahasa Inggris: insight) dari kelompok akademiki yang ingin merealisasikan ada kesepakatan masalah norma peningkatan AI yang lebih terang dan terarah.

Artificial Intelligence, Robotics and ‘Autonomous’ Systems dibikin sebagai dari hasil persetujuan European Grup on Ethics in Science and New Technologies (EGE) di bulan Maret tahun ini, 2018. Bakal ada beberapa pertanyaan kunci yang akan diulas, dibarengi dengan ulasan masalah rangka pertimbangan (framing) berkaitan norma peningkatan AI.

Euforia AI di Bidang industri dan Nasib Tenaga Kerja

Sama seperti yang sudah penulis berikan di pengantar artikel, bidang industri belakangan ini diwarnai dengan euforia menyongsong AI. Beberapa berita usaha agak banyak diwarnai kebanggan bermacam industri dalam manfaatkan tehnologi hebat AI.

Kelompok karyawan turut bereaksi padanya, ada yang percaya diri AI tidak menggantikan tempat pekerjaan mereka, ada pula yang pesimis dan condong cemas.

Kenapa beberapa karyawan sampai cemas? Contoh simpelnya pabrik roti yang dulu menggunakan tenaga manusia dalam mengepak roti, sekarang tentu jika produksi dalam skala besar menggunakan tenaga mesin. Arah tehnologi otomasi seperti itu memang ketepatan dan efektivitas. Tetapi tidak sampai di sana, karena ada peningkatan AI, robot-robot pandai kemungkinan gantikan karyawan di beberapa sektor pekerjaan.

Lalu mengapa? Ya dengan begitu, mata pencarian manusia menyusut, sumber pendapatan juga manusia menyusut. Tapi, memang bisa manusia-manusia karyawan kerjakan beberapa hal lain untuk mendapatkan pendapatan.

Sayang, kemungkinan, pekerjaan substitusinya akan menjemukan dan gajinya rendah. Demikianlah pola yang tergambar sepintas.

Apa betul ini kemungkinan terjadi? Silahkan check Primer.ai. Pekerjaan sebagai periset saja bisa diganti AI. Lantas apa yang dapat kita kerjakan? Memercayakan pemerintahan untuk pegang kendalian memang kerap jadi sikap beberapa karyawan, menanti kepastian dan respon dari kewenangan.

Tetapi kita harus mengetahui sebagai karyawan dan sebagai manusia yang utuh, kita punyai kuasa dalam mengatur keadaan bila berserikat untuk menyetujui penglihatan yang betul, jika benar-benar, secanggih-canggihnya tehnologi, manusia tidak terpindahkan.

Aktor khusus atau bintang dari revolusi tehnologi yang ada ⎼ bukan hasil penemuannya, tetapi kita sebagai manusia-manusia karyawan yang betul-betul hidup dengan kepandaian dan kreasi murni.

Tehnologi hebat ini mempermudah pekerjaan kita, tapi tidak dapat gantikan semangat (spirit) kerja kita yang memiliki kandungan juga kreasi tanpa batasan dan nilai seni tertentu. Ini semuanya yang membuat kita disebutkan hidup, bukan benda mati.

Simpulan

Dengan membaca artikel ini, Anda bisa ketahui pemahaman AI, riwayat dan perubahannya.

Tidak itu saja, kami sudah memperlihatkan pemikiran penulis masalah bagaimana perubahan kehebatan tehnologi ini jadi problematik. Bagaimana menurut Anda?